Momen Haru, Anak-Anak Disabilitas Kunjungi Anak Yatim Duafa

Wecome Ankaraataemlak di Situs Kami!

Bogor – Asosiasi atau komunitas disabilitas pada umumnya sering menjadi tujuan pengunjung dan penerima bantuan. Namun kali ini, anak-anak penyandang disabilitas tunarungu, Down Syndrome, Autisme, Cerebral Palsy, dan Retardasi Mental yang tergabung dalam perkumpulan disabilitas justru melakukan hal sebaliknya, yakni mengunjungi anak-anak yatim piatu dan penyandang disabilitas dan berbagi keceriaan. Yatim Piatu dan Yayasan Duafa. Rahmah Ciomas Jl. Cikerti, Padasuka, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Momen Haru, Anak-Anak Disabilitas Kunjungi Anak Yatim Duafa

Sungguh momen yang mengharukan ketika para orang tua penyandang disabilitas membawa anaknya untuk mengucapkan terima kasih karena telah bertemu dengan anak-anak yang tidak memiliki orang tua. Rasa syukur berbanding terbalik yang mereka rasakan ketika anak-anak yatim piatu bertemu dengan anak-anak dari komunitas disabilitas. Program Berkarya Bercerita Tingkatkan Literasi Anak Pemulung di Taman Baca Jendela Dunia

Selain bersilaturahmi, puluhan anak penyandang disabilitas yang tergabung dalam pengurus Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia Kota Bogor (PPDI) dan panitia Festival Merah Putih (FMP) juga memberikan hiburan bagi anak-anak panti asuhan. Pertunjukan tari dan permainan alat musik angklung semuanya dibawakan oleh anak-anak penyandang disabilitas.

Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Bogor Hasan Basri mengatakan, kunjungan ini merupakan bentuk dukungan dan motivasi kepada anak-anak yatim piatu agar tidak merasa sendirian. Anak penyandang disabilitas, meskipun menyandang disabilitas, dapat berkontribusi kepada orang lain, mempunyai kapasitas dan kemampuan yang sama dengan orang lain. Contohnya telah ditunjukkan sebelumnya. Mereka bisa menari, memainkan alat musik angklung.

“Jadi kita ciptakan trust dulu, itu yang terpenting. Setelah tercipta trust, dia bisa menuruti keinginannya. Ibarat latihan menari yang bisa dilakukan dalam seminggu, yang terpenting adalah trust. Intinya orang yang punya disabilitas bisa berkontribusi kepada anak-anak panti asuhan ini,” kata Hasan.

Sementara itu, pengurus Panti Asuhan Ar-Rahmah dan Yayasan Duafa, Arif mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan dukungannya. Ini merupakan kunjungan pertama asosiasi penyandang disabilitas. “Pelajaran yang bisa kita ambil dari kegiatan ini adalah bersyukur. Anak-anak tanpa orang tua atau keluarga melihat bahwa mereka tidak sendirian. Bukan hanya mereka yang hilang dalam hidup ini. Masih ada orang lain. .” mereka berada di bawah kita. Mereka bisa tahu bahwa bukan hanya kita saja yang mengalami kesulitan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum FMP 2023, Benyamin Mbo’oh menambahkan, kegiatan kerja komunitas disabilitas ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Merah Putih. Komunitas difabel berkunjung ke Panti Asuhan Ar-Rahmah untuk memberikan dukungan kepada anak-anak panti asuhan seperti angklung, tari, senam kelompok serta pemberian santunan melalui beasiswa sekolah komunitas difabel kepada anak yatim piatu di panti asuhan ini.

“Dalam kegiatan ini kami ingin memberikan motivasi kepada generasi muda panti asuhan khususnya komunitas difabel agar mempunyai kesempatan untuk bisa berguna bagi orang-orang disekitarnya. Jadi selama ini mereka berteman di komunitas disabilitas. mereka berkunjung, namun hari ini merekalah yang “datang untuk memberikan sesuatu kepada adik-adik di panti asuhan. Kami memberikan motivasi kepada adik-adik di sini, agar kita semua mempunyai daya untuk berbuat yang terbaik”, ungkapnya . Momen Haru, Anak-Anak Disabilitas Kunjungi Anak Yatim Duafa

“Kita boleh saja mempunyai keterbatasan tapi kita bisa berbuat sesuai dengan kuasa yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa. Ini pertama kalinya komunitas difabel melakukan aksi sosial. Nah kali ini kita ubah kelompok inti agar bisa berbuat. potensi yang mereka miliki dan memberikan mereka keyakinan bahwa mereka bisa berguna bagi orang lain. », tutupnya.

Baca artikel edukasi menarik lainnya di link ini. Prof. Quraish Shihab undang Khatib Jumat untuk menyampaikan Pesan Persaudaraan Manusia Sejak tahun 2020, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan tanggal 4 Februari sebagai Hari Persaudaraan Manusia Sedunia. Ankaraataemlak 31 Januari 2024