Minuman Manis Bakal Dikenai Cukai, Segini Kira-kira Besaran Tarifnya

Sugeng rawuh Ankaraataemlak di Website Kami!

Jakarta – Minuman Manis Bakal Dikenai Cukai, Segini Kira-kira Besaran Tarifnya

Pak Sarno, pakar analis kebijakan di Badan Kebijakan Keuangan Kementerian Keuangan, mengatakan: Besaran pajak minuman kemasan (MBDK) kemungkinan besar akan mengikuti aturan banyak negara. Dibandingkan aturan yang ada, rata-rata konsumsi pajak MBDK sebesar Rp 1.771 per liter.

Kata Pak Sarno, Senin (29/1/2024).

Sesuai peraturan perpajakan, produk MBDK dengan kandungan gula kurang dari 6 gram per 100 ml dikecualikan. Artinya, semua kategori MBDK di atas standar ini akan dikenakan pajak. Lahir Dengan Berat Badan Rendah, Waspadai Penyakit Jantung dan Diabetes

“MBDK yang digunakan mengandung bahan penyedap makanan (BTP) dalam kadar berapa pun,” imbuhnya.

Tarif MBDK per liter di berbagai negara:

Brunei Rp 4.538

Malaysia Rp 1.312

Thailand 1.630

Filipina Rp 1.648

1.250 rupiah Kamboja

Laos Rp 247

Minuman apa saja yang dikenakan pajak?

MBDK yang dikenakan pajak tahun ini antara lain zat yang mengandung pemanis buatan atau fermentasi seperti sorbitol, mannitol, isomalt, thomatine, steviol glikosida, maltitol, laktitol, xylitol, dan erythritol. Minuman Manis Bakal Dikenai Cukai, Segini Kira-kira Besaran Tarifnya

Demikian pula MBDK mengandung pemanis hasil proses kimia, senyawa seperti sesulfame-K, Aspartam, Siklamat, Sakarin, Sucralose dan Neotame, yang tidak ditemukan di alam.

MBDK adalah minuman yang mengandung gula, bahan tambahan pangan (BTP), pemanis alami, dan/atau pemanis buatan yang siap dikonsumsi dan dikemas untuk kemasan eceran atau manufaktur. Minuman manis yang masih memerlukan proses pengenceran adalah tanpa etil alkohol, termasuk konsentrat: bubuk, pasta, padatan, cair, cair atau sirup.

Tonton video “Klarifikasi Kementerian Kesehatan tentang Promosi Pajak Minuman Manis” (naf/kna)