Kenapa Dana LPDP Dipertimbangkan Disetop? Ini Alasannya

Sugeng rawuh Ankaraataemlak di Website Kami!

Ankaraataemlak, Jakarta – Pemerintah sedang mempertimbangkan untuk menghentikan pemberian anggaran dan belanja negara (APBN) kepada lembaga keuangan negara (LPDP). Hal itu dilakukan agar 20 persen dana pendidikan tahunan bisa difokuskan untuk peningkatan penelitian dan pengembangan. Kenapa Dana LPDP Dipertimbangkan Disetop? Ini Alasannya

Pengumuman ini disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menyikapi relatif rendahnya tingkat penduduk terdidik di Indonesia.

“Kemarin kami juga membahas perlunya melanjutkan LPDP, sehingga jumlahnya saat ini mencapai 140 triliun riyal. Kita hentikan dulu,” kata Muhadjir Effendy di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 17 Januari 2024.

Ia mengatakan, setiap tahun dana pemerintah sekitar 20 triliun riyal dari 20 persen dana pendidikan. Sejauh ini terdapat hampir 140 triliun mutiara.

Mendikbud sepanjang tahun 2016-2019 mengapresiasi instruksi yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menambah sebagian anggaran penelitian ke depan, termasuk melalui opsi pendanaan pendidikan. Tips dan Trik Mempercepat Kinerja HP Android, Anti Lemot!

“Pendanaan pendidikan 20 persen, otomatis bertambah setiap tahun, kalau APBN bertambah, jadi Menteri Pendidikan atau Mendikbud otomatis anggarannya bertambah, dan bukan efektivitasnya yang harus ditingkatkan,” kata Muhadjir.

Melalui opsi ini, kata Muhadjir, diharapkan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk meningkatkan angka penduduk berpendidikan tinggi di Indonesia, termasuk kebutuhan anggaran penelitian dan pengembangan.

“Anggaran untuk penelitian ditingkatkan, termasuk penyediaan biaya pendidikan, antara lain pendidikan tinggi, diploma, sarjana, magister, dan doktor,” ujarnya.

Kali ini, Muhadjir juga menegaskan, opsi tersebut tidak akan menghentikan kerja program LPDP, selama pengelola menggunakan dana yang terkumpul untuk alat yang lebih bermanfaat.

“Kemarin selaku Ketua Dewan Direksi LPDP disepakati antara lain bahwa kita harus mulai berani berinvestasi di sektor-sektor yang agak berisiko,” ujarnya.

Pilihan Redaksi: Unsoed Buka Kuota 8.480 Mahasiswa Baru 2024, Berikut Detail Mata Kuliah SNBP, SNBT dan Mandiri

Pinjaman mahasiswa LPDP diyakini mampu mengatasi permasalahan minimnya biaya pendidikan seperti yang terjadi di ITB. Sedangkan yang booking pelajar hanya pinjol saja. Belajarlah lagi

Pinjaman pendidikan tinggi atau pinjaman mahasiswa di Indonesia saat ini dianggap tidak tersedia untuk semua kelompok. Menurut Muhamad Abduh, Wakil Rektor Institut Teknologi (ITB) Bidang Keuangan, Perencanaan dan Pembangunan, sebagian besar pinjaman mahasiswa saat ini adalah untuk program studi pascasarjana. “S1nya tidak ada sama sekali,” ujarnya saat jumpa pers pembayaran SPP di ITB, Rabu, 31 Januari 2024. Baca selengkapnya

Pembukaan Program IISMA 2024, Kemendikbud Baca Selengkapnya

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengumumkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan pinjaman tanpa bunga. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pinjaman mahasiswa harus dipersiapkan sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan masalah seperti di AS. Belajarlah lagi

Dewan Pengawas lembaga pemerintah pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sedang dalam proses menyiapkan bantuan pinjaman untuk mahasiswa. Belajarlah lagi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan Dewan Pengawas LPDP sedang mengerjakan sistem pinjaman mahasiswa, yakni pinjaman universitas. Belajarlah lagi Kenapa Dana LPDP Dipertimbangkan Disetop? Ini Alasannya

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Kementerian Keuangan secara rutin membuka beasiswa untuk masuk jenjang magister dan doktoral.

KM ITB membantu memediasi 120 mahasiswa yang mempunyai pinjaman UKT di kampus. Di bawah ini adalah hasil selengkapnya. Belajarlah lagi

Gibran Rakabuming Raka menjanjikan sejumlah program sosial, termasuk pendanaan sekolah Islam jika dirinya dan Prabowo menang pada Pilpres 2024.

Muhadjir Effendy mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kemungkinan terhentinya sumbangan APBN LPDP. Belajarlah lagi