Kasus Polio Ditemukan di Jawa, Ini Penyebab dan Tindakan yang Harus Diambil untuk Mengatasinya

Sugeng rawuh Ankaraataemlak di Portal Ini!

Ankaraataemlak Lifestyle – Kementerian Kesehatan mengumumkan ditemukannya kasus lumpuh lembek akut (AFP) yang disebabkan oleh virus polio tipe 2. Kasus Polio Ditemukan di Jawa, Ini Penyebab dan Tindakan yang Harus Diambil untuk Mengatasinya

Kasus kelumpuhan akut pertama dialami oleh seorang gadis berusia 6 tahun yang tinggal di Jawa Tengah dan berinisial NH. Berdasarkan pengakuan orang tua, NH mengalami kelumpuhan akut pada 20 November 2023 dengan riwayat imunisasi polio (OPV) hanya turun dua kali. Gulir untuk informasi lebih lanjut. SupaVent, Solusi Inovatif Kurangi Udara Panas di Dalam Rumah

Kasus kelumpuhan akut kedua ditemukan pada anak laki-laki berusia 1 tahun 11 bulan yang tinggal di Jawa Timur berinisial MAF. MAF mengalami kelumpuhan pada 22 November 2023 dengan riwayat imunisasi lengkap, namun hasil pemeriksaan menunjukkan ia mengalami gizi buruk.

Sedangkan kasus kelumpuhan akut ketiga ditemukan pada anak laki-laki berusia 3 tahun 1 bulan yang berdomisili di Jawa Timur berinisial MAM. MAM mengalami lumpuh pada tanggal 6 Desember 2023 dengan riwayat vaksinasi polio 4 tetes dan 1 suntikan polio (IPV) berdasarkan pengakuan orang tua.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dr. Maxi Rein Rondonuwu menjelaskan, polio merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi. Virus polio dapat menular melalui air yang terkontaminasi feses yang mengandung virus polio.

Beberapa faktor risiko penularan virus polio adalah rendahnya cakupan vaksinasi, kondisi lingkungan yang tidak higienis, dan perilaku higienis yang buruk seperti buang air besar sembarangan di sungai atau sumber air yang digunakan bahkan dalam kehidupan sehari-hari, kata Maxi dalam keterangan resminya. diterima Sabtu 6 Januari 2024.

Maxi menjelaskan, jika virus polio masuk ke dalam tubuh anak yang belum mendapat vaksinasi polio atau yang vaksinasi polionya belum lengkap, maka virus tersebut akan sangat mudah berkembang biak di saluran pencernaan dan menyerang sistem saraf anak hingga menyebabkan kelumpuhan.

Untuk mengalahkan dan menghentikan penularan virus polio, Kementerian Kesehatan mengajak masyarakat untuk berperan aktif.

“Pertama, masyarakat harus memastikan anak-anaknya mendapatkan vaksinasi polio rutin secara lengkap dan sesuai usia, yaitu 4 tetes polio dan 2 vaksinasi polio, sebelum mereka menginjak usia 1 tahun,” kata Maxi.

Kedua, memastikan seluruh anak usia 0 hingga 7 tahun di seluruh wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta di Kabupaten Sleman Provinsi DIY mendapat tambahan 2 dosis tetes imunisasi polio pada kegiatan Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub PIN), yang berlangsung mulai 15 Januari 2024. Kasus Polio Ditemukan di Jawa, Ini Penyebab dan Tindakan yang Harus Diambil untuk Mengatasinya

Ketiga, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, antara lain buang air besar di jamban septik dan cuci tangan pakai sabun sebelum makan dan setelah buang air besar, ujarnya.

Lebih lanjut, warga diimbau segera menghubungi petugas kesehatan atau puskesmas terdekat jika menemukan anak di bawah usia 15 tahun mengalami gejala lumpuh mendadak. 5 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Grešík, Sopir Bus Diduga Sopir Bus Diduga Kurang Konsentrasi. Ankaraataemlak 31 Januari 2024