Heboh Foto Mesum Taylor Swift Rekayasa AI Beredar

Sugeng rawuh Ankaraataemlak di Portal Ini!

Jakarta – Heboh Foto Mesum Taylor Swift Rekayasa AI Beredar

Taylor Swift telah menjadi korban pelaku AI atau AI. Foto-foto cabul penyanyi paling terkenal di dunia hasil karya AI beredar luas di media sosial. Hal ini menunjukkan potensi teknologi AI dalam menimbulkan kerugian, yaitu kemampuan untuk membuat gambar yang terlihat sangat realistis dan berbahaya. ICEL: Teknologi Carbon Capture Belum Efektif Memangkas Emisi Karbon

Gambar palsu Taylor Swift banyak tersebar di situs media sosial X atau Twitter. Foto-foto tersebut memperlihatkan dirinya dalam pose seksi dan terbuka dan telah dilihat puluhan juta kali sebelum dihapus.

Taylor Swift sangat marah dan mempertimbangkan untuk menggugat situs yang bertanggung jawab memposting foto tersebut. “Apakah tindakan hukum akan diambil atau tidak, masih belum diputuskan, tapi satu hal yang jelas, gambar-gambar yang dihasilkan AI ini bersifat kasar, ofensif, eksploitatif dan dibuat tanpa persetujuan dan/atau sepengetahuan Taylor,” kata sumber tersebut.

“Keluarga dan teman-teman Taylor sangat kesal, begitu pula para penggemarnya. Mereka punya hak dan setiap wanita seharusnya begitu,” tambahnya, seperti dikutip detikINET dari New York Post, Sabtu (27/1/2024). ).

Peristiwa ini terjadi saat Amerika Serikat memasuki tahun pemilihan presiden. Kekhawatiran semakin meningkat mengenai bagaimana gambar dan video AI dapat digunakan untuk menyebarkan disinformasi.

“Ini adalah contoh utama bagaimana kecerdasan buatan digunakan untuk berbagai alasan jahat tanpa adanya hambatan yang cukup untuk melindungi masyarakat,” kata Ben Decker, analis di badan intelijen digital Memetica.

Menurut Decker, penggunaan alat AI generatif untuk membuat konten yang berpotensi membahayakan yang menargetkan tokoh masyarakat menyebar lebih cepat dari sebelumnya di media sosial. “Perusahaan media sosial tidak memiliki program yang efektif untuk memantau konten mereka,” katanya.

Misalnya, X telah meninggalkan sebagian besar tim manajemen kontennya dan bergantung pada sistem otomatis dan laporan pengguna. Meta juga mengurangi jumlah tim yang beroperasi pada informasi palsu.

Namun Decker mengatakan kasus Taylor Swift mungkin membawa perhatian lebih besar terhadap isu risiko kecerdasan buatan yang semakin meningkat. Penggemar paling setia Swifties menggunakan media sosial untuk mengungkapkan ketidaksenangan mereka, dan mengungkap masalah ini. Heboh Foto Mesum Taylor Swift Rekayasa AI Beredar

“Ketika tokoh seperti Taylor Swift menjadi sasaran, hal ini mungkin akan mendorong anggota parlemen dan perusahaan teknologi untuk mengambil tindakan,” katanya. (Tombak/Bayar)