Diare Berat Tidak Cukup Hanya Diobati dengan Oralit, Kenapa?

Selamat datang Ankaraataemlak di Situs Kami!

Ankaraataemlak – Saat Anda menderita diare, cairan oralit seringkali menjadi faktor utama dalam pengobatan penyakit tersebut. Namun jika diare yang Anda alami cukup parah, ternyata penggunaan oralit justru kurang efektif. Diare Berat Tidak Cukup Hanya Diobati dengan Oralit, Kenapa?

Dokter spesialis penyakit dalam Prof. Ph.D. Zubairi Djurban, Sp.PD., menjelaskan diare akut terjadi ketika frekuensi buang air besar lebih dari sepuluh kali sehari. Perempuan Menopause Rentan Alami Depresi, Ini Pentingnya Support System

“Kalau ke toilet lebih dari 10 kali sehari dan ingin buang air besar lagi, itu diare berat yang menyebabkan keluarnya cairan dalam jumlah banyak. Jadi kalau pakai oralit, cairan itu tidak akan tertampung. sudah keluar,” jelas Profesor Zubair mengutip tulisannya di akun Twitter pribadinya, Selasa (18 Oktober 2022).

Ia menyarankan agar kombinasi kedua obat tersebut digunakan untuk diare berat. Salah satu obat untuk mengatasi dehidrasi seperti cairan oralit atau yang lainnya. Obat lain untuk mengatasi penyebab diare. Gambar diare. (Pixabay)

Jika melibatkan diare parah, Prof. Zubairi mengatakan, kemungkinan penyebabnya adalah infeksi bakteri.

“Saya kira obat yang lebih tepat adalah antibiotik. Entah itu ciprofloxacin atau yang lainnya, itu terserah Anda,” sarannya.

Jika Anda khawatir ciprofloxacin akan menyebabkan maag kambuh, ia menyarankan untuk menggabungkannya dengan obat maag yang biasa Anda gunakan. Bisa jadi omeprazole atau pantoprazole atau sejenisnya.

Atau bisa juga dikombinasikan dengan sukralfat atau obat cair seperti sukralfat. Diare Berat Tidak Cukup Hanya Diobati dengan Oralit, Kenapa?

Namun, terkadang masalah ginjal terjadi sehubungan dengan diare yang luar biasa besar. Dalam hal ini, yang direkomendasikan adalah sukralfat atau Impepsa. Untuk Mylanta atau polisilan, sebaiknya dihindari, saran Prof. Zubair.