Bicarakan Kesehatan Mental Dianggap Tabu, Penyebab Gangguan Jiwa Sering Dikaitkan dengan Mistis

Selamat datang Ankaraataemlak di Website Kami!

Ankaraataemlak: Tak bisa dimungkiri, membicarakan kesehatan mental masih dianggap tabu di masyarakat. Ketika seseorang mengalami masalah atau gangguan emosi, seringkali penyebabnya berkaitan dengan sesuatu yang mistis. Bicarakan Kesehatan Mental Dianggap Tabu, Penyebab Gangguan Jiwa Sering Dikaitkan dengan Mistis

Menurut psikiater, Sebab, stigma terhadap penderita gangguan jiwa selalu negatif. Menteri Kesehatan Departemen Kesehatan Mental Dr Sp.KJ Edduwar Idul Riyadi mengatakan, gangguan jiwa juga ada kaitannya dengan kasus mistik dan magis. Ilustrasi gangguan jiwa yang berhubungan dengan hal mistis. (Stok Shutter) Tingkat Obesitas di Jepang Lebih Rendah 90 Persen Dibandingkan Amerika, Ini Kuncinya

“Masalah kesehatan mental sudah lama mendapat stigma. Kesehatan mental dipandang negatif. Stigma yang muncul karena istilah mental health society. Orang dengan gangguan jiwa dikaitkan dengan hal-hal di luar nalar atau supranatural.” Itu istilahnya yang disebut kegilaan atau sesuatu di luar pikiran manusia,” ujar Dr Edduwar dalam webinar beberapa waktu lalu.

Adanya stereotip tersebut menimbulkan ketakutan untuk membicarakan masalah kesehatan mental. Sayang sekali jika menyangkut masalah emosional baginya. Bahkan tak jarang mereka mengalami diskriminasi dari masyarakat.

“Orang-orang tinggal jauh; Masyarakat takut dipinggirkan dan didiskriminasi. “Makanya membicarakan gangguan jiwa dianggap memalukan,” tambah Dr. Edduwar.

Namun kini semakin banyak orang yang terbuka mengenai kesehatan mentalnya, terutama generasi muda. Namun, seiring dengan semakin terbukanya generasi muda mengenai kesehatan mental, terdapat permasalahan lain.

Psikolog Saskhya Aulia Prima, M. Psi, Co-Founder @tiga Generasi, mengatakan generasi muda lebih terbuka terhadap kesehatan mental, hal ini juga sesuai dengan banyaknya informasi yang tersedia. Namun tidak semua informasi yang disebarkan itu benar.

Saskhya menjelaskan, generasi muda saat ini lebih mudah melakukan diagnosis mandiri karena banyak sumber yang tidak mengetahui dari mana asalnya.

“Tantangan terakhirnya adalah memiliki banyak data yang dapat diandalkan, karena sekarang banyak kondisi yang dapat mendiagnosis diri sendiri,” kata Saskhya.

Karena itu, Saskhya menyarankan agar masyarakat segera memeriksakan diri ke profesional jika menunjukkan tanda-tanda gangguan jiwa. Hal ini akan membantu masyarakat memahami situasi sebenarnya. Bicarakan Kesehatan Mental Dianggap Tabu, Penyebab Gangguan Jiwa Sering Dikaitkan dengan Mistis

Selain itu, menurut Saskhya, Mengunjungi seorang profesional dapat mengurangi dampak negatif seperti merugikan diri sendiri dan orang lain.

Intinya, kalau punya masalah kejiwaan, kadang ada pikiran untuk merugikan diri sendiri atau masalah lain. Jadi menurut saya, segera cari bantuan dan pergi ke profesional untuk menyelesaikan masalah tersebut, jelas Saskhya.