Bamsoet: Kebutuhan Boneka RI Capai 375 Juta/Tahun, Baru 25% Terpenuhi

Wecome Ankaraataemlak di Situs Kami!

Batavia – Bamsoet: Kebutuhan Boneka RI Capai 375 Juta/Tahun, Baru 25% Terpenuhi

Bank Muamalat Targetkan Transaksi Pembelian Produk Investasi Tumbuh 80% di 2024

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong berkembangnya industri boneka untuk anak-anak Indonesia. Pasalnya, segmen pasarnya sangat luas, tidak hanya anak-anak, tapi juga orang dewasa. Kemungkinan pasar dolar di dalam dan luar negeri masih terbuka.

“Asosiasi Pengusaha Mainan Indonesia menyebutkan kebutuhan dolar di Indonesia pada pertengahan tahun mencapai 375 juta. Itu belum termasuk produk untuk mainan atau promosi. Dari jumlah tersebut, baru 25% kebutuhan yang terpenuhi dan libur dipenuhi impor,” kata Bamsoet saat berkunjung ke PT Jhon Toys Indonesia di Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (30/1/2024).

Bamsoet menjelaskan, menurut Statista Market Data Insights, pasar mainan global diperkirakan akan menerima pendapatan sebesar $57,7 miliar pada tahun 2023. Pasar mainan terbesar di dunia dipegang oleh Tiongkok, dengan pendapatan menyumbang sekitar 20% dari pendapatan global, atau $12,4 miliar pada tahun 2013.

“Posisi kedua pasar boneka terbesar di dunia dikuasai oleh India dengan pendapatan tahunan mencapai $7,9 miliar dan pertumbuhan tahunan mencapai 8%. Posisi berikutnya disusul Amerika Serikat dengan pendapatan tahunan mencapai $6 miliar. pada tahun 2023,” tambah Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, Indonesia menempati peringkat keempat dunia dalam pasar mainan yang ramai. Pendapatan tahunan Indonesia akan mencapai $2,1 miliar pada tahun 2023. Sementara pertumbuhan tahunan akan mencapai 6,1%.

“Menurut catatan Kementerian Perindustrian, saat ini terdapat 131 pabrik boneka skala besar dan menengah di Indonesia. Jenis produk yang diekspor adalah boneka, boneka ke dalam, dan mainan angka atau kecil. Sedangkan yang pertama. Negara yang menjadi tujuan ekspor boneka mainan Indonesia adalah Singapura, Jerman, Inggris, China, dan Amerika Serikat,” pungkas Bamsoet. Bamsoet: Kebutuhan Boneka RI Capai 375 Juta/Tahun, Baru 25% Terpenuhi

Hadir dalam kesempatan ini Bapak John Hyun Lee dan Head of HRD Kurniawan Dodi Sentoso. (huruf/tinggi)