7 Situs Bersejarah Ini Terancam Hancur Akibat Gempuran Israel

Selamat datang Ankaraataemlak di Situs Kami!

Ankaraataemlak Education – Dipicu oleh konflik baru-baru ini antara Israel dan Palestina, tidak hanya wilayah Palestina yang mengalami kerusakan infrastruktur parah, pemboman juga mengancam harta karun berupa situs sejarah, budaya, dan arkeologi. Situs-situs tersebut antara lain gereja Kristen tertua di Palestina, pemakaman Romawi yang luas, dan reruntuhan biara kuno yang berasal dari abad ke-4. 7 Situs Bersejarah Ini Terancam Hancur Akibat Gempuran Israel

Juru bicara UNESCO mengatakan mereka prihatin dengan kelestarian sejumlah situs bersejarah di Gaza karena tidak ada kebijakan negara untuk melindunginya. “Semua situs warisan Israel dan Palestina saat ini berisiko mengalami kerusakan. “UNESCO tentu saja sangat prihatin dengan dampak negatif konflik ini terhadap warisan budaya Palestina dan Israel,” kata mereka.

UNESCO juga mencatat banyaknya serangan roket ke Gaza dan Israel membuat situs arkeologi di wilayah tersebut berisiko tinggi mengalami kerusakan. Berikut sejumlah tempat bersejarah yang terancam kehancuran: 1. Gereja St. Porphyrius UPJ Dorong Mahasiswa Asah Soft Skills lewat Dukungan pada KBGI 2023

Gereja Kristen tertua di Gaza, Gereja St. Porphyry, telah berlokasi di Zeytoun sejak tahun 1150-an.

Dibangun oleh Tentara Salib, gereja Ortodoks Yunani ini mengambil namanya dari nama uskup Gaza abad kelima yang makamnya berada di sudut timur laut. Gereja tersebut melayani dan melindungi umat dari semua agama selama konflik, namun kini gereja tersebut telah rusak parah akibat serangan roket yang telah menewaskan banyak orang. Katakanlah Umm Amer (Biara Saint Hilarion).

Tersembunyi di antara bukit pasir pesisir 10 kilometer selatan Kota Gaza, sisa-sisa Tell Umm Amer, atau Biara Saint Hilarion, berasal dari empat abad dari akhir Kekaisaran Romawi hingga periode Umayyah. Bangunan pertama di situs ini dibangun pada tahun 400 M, lebih dari 1.600 tahun yang lalu, dan merupakan salah satu biara Kristen terbesar di Timur Tengah.

Pada masa kejayaannya, biara ini melayani para peziarah dan pedagang yang melintasi Tanah Suci dari Mesir hingga Lebanon dan Suriah saat ini, yang berhenti untuk beristirahat dan menikmati pemandian bergaya Romawi.

Namun biara tersebut rusak akibat gempa bumi pada abad ke-7 dan ditinggalkan hingga para arkeolog setempat mulai menggali reruntuhannya pada tahun 1999.3. Kalaat Barkuk

Terletak di Khan Yunis, Gaza selatan, Galaat Barquq adalah sebuah benteng yang dibangun pada abad ke-14 pada masa pemerintahan Mamluk Sultan Barquq. Kastil ini dibangun pada masa kekacauan besar di wilayah tersebut akibat ketidakstabilan di kalangan elit dan ancaman invasi Mongol yang mengancam akan menggulingkan kekuasaan Sultan.

Sultan Barkuk sendiri awalnya adalah seorang budak yang dijual di pemandian di Krimea. Dia mencoba melarikan diri sebelum ditangkap oleh bajak laut Bulgaria dan dijual di Mesir. Benteng ini digunakan oleh para pedagang yang melakukan perjalanan antara Damaskus dan Kairo dan selalu dijaga ketat.4. Qasr al Basha

Banyaknya nama Qasr al Basha merupakan bukti sejarah panjang dan aktivitas internasionalnya selama puluhan tahun di Gaza. Dikenal sebagai Istana Pasha, Kastil Radvan, atau Kastil Napoleon, bangunan abad ke-13 ini pernah menjadi pusat kekuatan bagi semua orang mulai dari Ottoman hingga Inggris.

Dibangun oleh Sultan Zahir Baybars, benteng ini awalnya berfungsi sebagai pertahanan melawan Tentara Salib dan penjajah Mongol yang berperang di wilayah tersebut. Di zaman modern, gedung ini digunakan sebagai kantor polisi oleh Mandat Inggris atas Palestina sebelum diubah menjadi sekolah perempuan.5. Rumah Al Hussein

Rumah Al Hussein adalah bangunan bersejarah dari akhir periode Ottoman dan merupakan rumah Konsul Inggris pada masa Mandat Inggris. Dibangun pada abad ke-18 oleh keluarga kaya raya Al-Hussein, rumah ini merupakan salah satu dari sekian banyak bangunan bersejarah yang rusak dan lapuk akibat krisis yang terjadi di Gaza saat ini.6. Pemakaman Romawi Ard-al-Moharbeen  Ard-al-Moharbeen 7 Situs Bersejarah Ini Terancam Hancur Akibat Gempuran Israel

Pada bulan Juli, para arkeolog terkejut menemukan pekuburan Romawi yang belum pernah terjadi sebelumnya yang berisi setidaknya 130 makam. Para arkeolog juga menemukan dua peti mati timah, satu bermotif anggur dan satu lagi bergambar lumba-lumba berenang di air. Beritahu Rafa ke situs arkeologi

Terdapat situs arkeologi besar di perbatasan selatan Gaza dengan Mesir yang mencakup pemukiman kuno Kanaan. Penggalian di Tell Rafa telah mengungkapkan koin, bot, dan botol yang berasal dari tahun 1400 SM. Koin dan bangunan dari zaman Romawi juga ditemukan oleh para peneliti yang bekerja di daerah tersebut. Media dan Pemerintah Sepakat Kecerdasan Buatan, CEO IKP: Perlu Peraturan Komprehensif Perlu ada undang-undang wajib yang mengatur penggunaan kecerdasan buatan agar tidak merugikan media nasional. Ankaraataemlak 1 Februari 2024