6 Penyebab Keringat Dingin di Malam Hari, Darah Rendah hingga Serangan Jantung

Selamat datang Ankaraataemlak di Situs Kami!

Ibukota Jakarta – 6 Penyebab Keringat Dingin di Malam Hari, Darah Rendah hingga Serangan Jantung

Keringat dingin, terutama di malam hari, merupakan kondisi yang tidak boleh diabaikan. Pasalnya, beberapa penyebab keringat dingin mungkin berkaitan dengan kondisi medis yang mengancam jiwa.

Dikutip Healthline, keringat dingin adalah suatu kondisi di mana tubuh menggigil dan mengeluarkan banyak keringat, terlepas dari apakah suhu di sekitarnya panas atau dingin. Artinya, tubuh masih bisa menggigil di tempat yang relatif hangat.

Keringat dingin bisa disebabkan oleh berbagai kondisi. Kondisi ini seringkali dianggap sebagai respons tubuh terhadap bahaya atau bahaya. Keringat dingin juga merupakan gejala umum dari kondisi yang mengganggu aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Buka-bukaan Afgan Idap Sleep Spasm, Efeknya Jadi Susah Tidur

Namun apa saja yang bisa menyebabkan keringat dingin di malam hari? Ikhtisar mengutip berbagai sumber.1. Menekankan

Penyebab paling umum dari keringat dingin di malam hari adalah stres. Diambil dari Healthline Tubuh memiliki kelenjar keringat yang disebut apokrin. Saat seseorang mengalami stres atau perubahan hormonal, misalnya akibat kehamilan, kelenjar apokrin merespons keadaan tersebut dengan mengeluarkan keringat dingin.

Keringat yang dikeluarkan oleh kelenjar apokrin biasanya memiliki kandungan protein dan lipid yang lebih tinggi. Keringat dari kelenjar apokrin juga dapat menyebabkan bau badan bila bercampur dengan bakteri pada kulit.2. Sakit karena cedera

Nyeri akibat cedera, seperti patah tulang atau cedera kepala, bisa menyebabkan keringat dingin di malam hari. Hal ini bisa disebabkan oleh peradangan yang terjadi pada area luka.

Saat terjadi peradangan, organ tubuh akan kesulitan dalam menyediakan darah dan oksigen. Hal inilah yang menyebabkan tubuh mengeluarkan keringat dingin.3. Sepsis

Sepsis adalah suatu kondisi yang dapat terjadi ketika sistem kekebalan tubuh mencoba merespons infeksi bakteri atau virus yang serius pada lambung, paru-paru, saluran kemih, atau jaringan utama tubuh lainnya. Sepsis dapat menyebabkan darah menggumpal atau bahkan bocor dari pembuluh darah. Akibatnya organ tubuh sulit mensuplai darah dan oksigen, sehingga terbentuklah keringat dingin.

Sepsis adalah kondisi serius yang mengancam jiwa. Selain keringat dingin, sepsis juga bisa menyebabkan demam, kesulitan bernapas, dan pingsan. Kekurangan oksigen

Seperti dikutip dari WebMD, hipoksia adalah suatu kondisi yang terjadi ketika organ tubuh tidak mendapat pasokan oksigen yang cukup. Akibatnya, sel-sel di setiap bagian tubuh tidak bisa berfungsi normal. Jika tidak diobati, hipoksia dapat menyebabkan kematian jaringan dan kerusakan organ.

Hipoksia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari penyakit paru-paru, penyakit jantung, penyakit darah, infeksi, keracunan hingga penyakit ketinggian. Selain keringat dingin, penderita hipoksia mungkin mengalami sesak napas, lemas, sakit kepala, jantung berdebar, dan kesulitan berbicara. Serangan jantung

Keringat dingin bisa menjadi tanda serangan jantung. Serangan jantung terjadi ketika otot jantung tidak menerima aliran darah sehingga mengganggu fungsi sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Jika organ tubuh kekurangan darah dan oksigen, maka dapat menimbulkan gejala berupa keringat dingin. 6 Penyebab Keringat Dingin di Malam Hari, Darah Rendah hingga Serangan Jantung

Keringat dingin yang disertai gejala seperti nyeri dada, kesulitan bernapas, pusing bahkan pingsan sebaiknya ditangani sesegera mungkin. Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera pergi ke rumah sakit terdekat untuk mencegah terjadinya kondisi yang lebih serius. Tekanan darah rendah

Keringat dingin juga merupakan gejala hipotensi. Dikutip Mayo Clinic, hipotensi adalah suatu kondisi di mana tekanan darah terlalu rendah, di bawah 90/60 mmHg. Akibatnya, aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh terganggu sehingga menimbulkan keringat dingin.

Seperti halnya hipertensi, hipotensi merupakan suatu kondisi yang memerlukan perhatian. Tekanan darah yang sangat rendah dapat menurunkan jumlah oksigen dalam tubuh dan menyebabkan kerusakan pada otak dan jantung. Tonton video “Mitos atau Kebenaran: Latihan yang efektif ditandai dengan banyak keringat” (ath/vyp)